spot_img
BerandaKajian OASEKhutbah Jum'atSAAT KEBOHONGAN DAN KEMUNAFIKAN MEREBAK

SAAT KEBOHONGAN DAN KEMUNAFIKAN MEREBAK

- Advertisement -spot_img

SAAT KEBOHONGAN DAN KEMUNAFIKAN MEREBAK

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صّلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

أَمَّا بَعْدُ: فَإِنْ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Jama’ah shalat jum’at yang dimulyakan Allah Ta’ala

Tanda diantara tanda hari kiamat adalah merebaknya kebohongan dan tipu menipu. Mulai dari kebohongan dalam jual beli, sumpah, kebohongan majikan kepada karyawan dan karyawan kepada majikan. Bahkan kebohongan dan kecurangan telah mesuk ke dunia pendidikan. Kecurangan siswa dengan menyontek saat ulangan, kebohongan guru dalam membuat laporan laporan dan lain sebagainya.

Perbuatan dusta hari ini telah menjadi kebiasaan masyarakat. Para mahasiswa membohongi dosennya dalam skripsi, bahwa ia adalah karyanya padahal itu jiplakan atau kerjaan jasa skripsi. Para pegawai saat kenaikan pangkat berusaha untuk mencari point sebanyak banyaknya dengan cara membawa data yang sarat dengan kebohongan. Para pedagang berbohong saat menawarkan dagangannya. Tidak memberi tahu pembeli akan kecacatan barang yang ia jual. Para pejabatpun juga demikian. Berbohong dengan janji janji saat pemilu. Janji untuk hidup sederhana, peduli dengan rakyat, anti korupsi, serta obral janji yang lain. Mereka semua seorang mukmin, tetapi karena keimanan yang tipis sehingga mudah untuk berbohong dan bahkan menjadi karakternya

Tak hanya itu, dunia gatget juga telah menjadi sarana dalam menyebarkan kebohongan. Asal men share berita yang tidak jelas kebenarannya di media media sosial tanpa meng cros cek kebenaran berita, kemudian orang lainpun juga berbuat demikian sehingga kebohongan menyebar kemana mana tanpa bisa dibendung.

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda;

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: “سَيَكُونُ فِي آخِرِ أُمَّتِي أُنَاسٌ يُحَدِّثُونَكُمْ بِمَا لَمْ تَسْمَعُوا أَنْتُمْ وَلَا آبَاؤُكُمْ، فَإِيَّاكُمْ وَإِيَّاهُمْ”.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa sanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda; “Akan terjadi pada akhir ummatku manusia yang akan memberitahu kalian dengan apa apa yang belum pernah kalian dengarkan juga bapak bapak kalian. Maka jauhkanlah kalian dari mereka dan mereka dari kalian”. [ HR. Muslim].

Ma’asyiral muslmin rahimakumullah

Bohong adalah tidak sesuainya perkataan atau perbuatan dengan kenyataan yang ada. Ia adalah sifat buruk yang tidak mungkin hinggap pada orang orang yang mulia. Bahkan Abu Sufyan bin Harb saat masih musyrik ketika Heraklius Kaisar Romawi menanyakan kepadanya beberap pertanyaan tentang berita kerasulan Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang muncul di Makkah, ketika itu Abu Sufyan menjawab : “Demi Allah kalaulah karena malu jika mereka menggelariku pembohong, pasti aku akan berbohong tentang berita kenabian Muhammad tersebut.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam sangat melarang keras perbuatan dusta. Bahkan beliau memberitahukan bahwa dusta akan menjadikan iman seseorang menjadi kering. Ia adalah tanda tanda kemunafikan. Menampakkan kebaikan ketika bertemu dengan orang orang beriman, sedangkan di dalam hatinya penuh dengan pengingkaran. Orang mukmin bisa saja memeiliki beberapa sifat yang tercela seperti bahil, pengecut dan yang lainnya. Tetapi seorang mukmin tidak akan memiliki sifat bohong dan khianat. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadist  yang diriwayatkan oleh Shafwan ibn Sulaim, berkata, pernah ditanyakan kepada Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam ;

أَيَكُونُ الْمُؤْمِنُ جَبَانًا فَقَالَ نَعَمْ فَقِيلَ لَهُ أَيَكُونُ الْمُؤْمِنُ بَخِيلًا فَقَالَ نَعَمْ فَقِيلَ لَهُ أَيَكُونُ الْمُؤْمِنُ كَذَّابًا فَقَالَ لَا

“Apakah ada orang mukmin yang penakut?” Nabi menjawab: “Ada!” Beliau ditanya lagi: “Apakah ada orang mukmin kikir?” Beliau mengatakan: ”Ada!”. Kemudian beliau ditanya lagi: “Apakah ada orang mukmin yang pembohong?” Beliau menjawab: “Tidak ada!” (HR. Imam Malik No. 1571).

Jama’ah shalat jum’at yang dimulyakan Allah ta’ala

Seorang mukmin tidak akan berdusta walaupun ia sedang bersenda gurau karena bohong adalah perbuatan pengecut dan khianat. Nabi sallallahu alaihi wasallam telah melarang perbuatan dusta walaupun saat bercanda :

Dari Bahz bin Hakim dari ayahnya dari kakeknya radhiallahu anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

“Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang lain tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.” (HR. Abu Daud no. 4990, At-Tirmizi no. 2315, dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 7136).

Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak perneh memberikan keringanan untuk berbohong kecuali dalam tiga keadaan. Pertama adalah ketika dalam peperangan, kedua yaitu untuk menciptakan kedamaian dua orang yang sedang berselisih, dan yang ketiga adalah suami istri agar tidak terjadi kebencian antara keduanya. Beliau sallallahu alaihi wasallam bersabda;

لَيْسَ الْكَذَّابُ الَّذِى يُصْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ وَيَقُولُ خَيْرًا وَيَنْمِى خَيْرًا ». قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَلَمْ أَسْمَعْ يُرَخَّصُ فِى شَىْءٍ مِمَّا يَقُولُ النَّاسُ كَذِبٌ إِلاَّ فِى ثَلاَثٍ الْحَرْبُ وَالإِصْلاَحُ بَيْنَ النَّاسِ وَحَدِيثُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ وَحَدِيثُ الْمَرْأَةِ زَوْجَهَا.

Tidak disebut pembohong jika bertujuan untuk mendamaikan dia antara pihak yang berselisih di mana ia berkata yang baik atau mengatakan yang baik (demi mendamaikan pihak yang berselisih, –pen).” Ibnu Syihab berkata, “Aku tidaklah mendengar sesuatu yang diberi keringanan untuk berdusta di dalamnya kecuali pada tiga perkara, “Peperangan, mendamaikan yang berselisih, dan perkataan suami pada istri atau istri pada suami (dengan tujuan untuk membawa kebaikan rumah tangga).” (HR. Bukhari no. 2692 dan Muslim no. 2605, lafazh Muslim).

Apabila seorang muslim terdesak untuk berbohong agar ia selamat dari bahaya yang sudah nyata, maka hendaklah ia bersilat kata atau memakai kata kiasan atau disebut juga tauriyah sebagai ganti dari perbuatan bohong tersebut.

Sebagaimana disebutkan sebuat riwayat, Hasan bin Ali menceritakan, ‘Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar keluar dari gua Tsaur, lepas dari pengejaran kaum musyrik Qurasiy, lalu meneruskan perjalanan di kota Al-Madinah, nyaris setiap orang yang mengenal Abu Bakar langsung bertanya,

“Siapa yang bersamamu?”. Abu Bakar menjawab, “Ia hanya seorang penunjuk jalan’. Dan memang benar, Rasulullah memang penunjuk jalan. Jalan hidayah, jalan kebenaran dan jalan menuju Surga. Sungguh sebuah jawaban yang sangat cerdik, untuk menyembunyikan identitas beliau”. [Al Adzkiyaa Ibnu Jauzi hal.15].

Jama’ah shalat jum’at yang dirahmati Allah ta’ala

Dalam kehidupan modern, dimana fitnah sedemikian mewabah, sangatlah sulit menemukan sifat jujur di tengah masyarakat. Sebaliknya, sangat mudah kita jumpai sifat berdusta di sekeliling kita. Sedemikian langkanya sifat jujur sehingga kita sering mendengar orang berkata: ”Mana bisa maju kalau kita berlaku jujur terus….. Sudahlah, bersikap realistik sajalah. Kita kadang-kala memang perlu berbohong…!” Malah, terkadang kita mendengar orang dengan yakinnya berkata: ”Hanya dengan berbohonglah kita bakal berhasil di dunia…!”

Padahal jika seseorang senantiasa terus berdusta, maka Allah akan menstempel ia sebagai pembohong. Dan gelar pembohong itu tidak main main karena yang menggelari adalah Allah pencipta segala sesuatu. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadist ;

وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

“Dan sesungguhnya kedustaan itu akan mengantarkan pada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan menggiring ke neraka. Dan sesungguhnya jika seseorang yang selalu berdusta sehingga akan dicatat baginya sebagai seorang pendusta.” (HR. Bukhari No. 5629).

Mari bersikap jujur pada iman kita dengan amal shalih. Bersikap jujur pada amal kita yaitu dengan ikhlas dan mengikuti tuntunan. Jujur dalam membawa ummat menuju Allah Ta’ala bukan untuk seseorang atau satu golongan. Bersikap jujur pada perjuangan kita menegakkan syari’at dengan kesiapan mengorbankan harta dan jiwa. Bersikap jujur pada dakwah kita dengan memberikan qudwah contoh yang baik bagi para mad’u. Dan jika seseorang tidak berlaku jujur, maka secara otomatis seseorang bersikap nifak. Allah ta’ala berfirman ;

لِيَجْزِيَ اللَّهُ الصَّادِقِينَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ إِن شَاء أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُوراً رَّحِيماً

Supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika dikehendaki-Nya, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [ QS. Al Ahdzab : 24 ].

Semoga Allah ta’ala menjadikan kita termasuk hamba hambanya yang senantiasa jujur dan diselamatkan dari sifat kemunafikan yang mewabah pada hari ini. Demikian khutbah yang kami sampaikan. Ada benarnya datang dari Allah, dan jika ada salahnya datang dari saya pribadi karena bisikan setan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِاْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khotbah Kedua ;

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ؛

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئَكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ أَجْمَعِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

 

 

Download PDF Materi Khutbah Jum’at

SAAT KEBOHONGAN DAN KEMUNAFIKAN MEREBAK

di sini :

Semoga bermanfaat!

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

3,300FansSuka
158PengikutMengikuti
1,470PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here