BERSIKAPLAH ADIL DALAM MELIHAT SESEORANG

0
18

BERSIKAPLAH ADIL DALAM MELIHAT SESEORANG

Hiasilah dirimu dengannya dan jangan engkau mencabutnya selama-lamanya karena ia adalah pakaian yang paling langka di tengah makhluk pada zaman ini. Oleh karena itu para ulama berkata: “Inshaf adalah pakaian para bangsawan, sedang bangsawan adalah yang paling jarang inshaf.”

Inshaf dalam melihat seorang ulama’. Jangan sampai karena kesalahan yang tidak sengaja dilakukan oleh seorang ulama’ menjadikan seseorang alergi dengan kitab kitab dan ceramah ceramahnya. Atau sebaliknya, karena seorang ustadz yang telah dianggap sebagai ustadz “sunnah” sehingga apapun yang dikatankan adalah kebenaran. Jika seseorang yang mengkiritik atau meluruskan kekeliruan ustadz tersebut, dengan segera dilakukan pembelaan dan dianggap para pengkritik sebagai orang yang sesat.

Padahal salah satu prinsip ahlussunnah wal jama’ah adalah : Tidak ada yang maksum terjaga dari kesalahan kecuali Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan para imam pun tidak lepas dari kesalahan. Apalagi para ulama’ hari ini.

Termasuk dalam inshaf yaitu inshof terhadap orang orang yang membenci kita. Bisa jadi kita akan dikatakan sebagai khawarij, dan menjadi anjing-anjing neraka, ahlul bid’ah serta julukan-julkan lainnya. Mereka mengumpulkan data-data bohong dalam rangka membenarkan sangkaannya. Tetapi janganlah karena jengkel dengan julukan tersebut akhirnya membalas dengan mengkafirkan orang-orang yang telah menjuluki tersebut. Akhirnya kita kumpulkan berbagai data-data yang samar untuk menyimpulkan bahwa mereka semuanya adalah kafir tanpa terkecuali. Kecuali mereka telah memberikan wala’ dan kecintaan pada musuh dan secara terang terangan bergabung dengan musuh untuk memerangi ummat islam.

Banyak kelompok yang terjebak dalam bersikap demikian. Bahkan mereka beralasan dengan istilah al jarhu wat ta’dil dalam menerima hadist. Jika seorang rowi memeiliki kesalaahn maka hadistnya tidak diterima. Jika seseorang tidak bisa adil dalam melihat seseorang, maka banyak ilmu yang tidak sampai pada ummat ini. Karena memang setiap orang memiliki kekurangan.

Ibnu Hazm berkata dalam Al Fashl 5/33: “Dan hendaklah orang yang membaca kitab kami ini mengetahui bahwa kami tidak menganggap halal apa yang dianggap halal oleh orang yang tidak memiliki sedikitpun kebaikan, berupa menyandarkan kepada seseorang apa yang tidak pernah dia katakan, meskipun ucapannya menghantarkan kepadanya. Maka ketahuilah bahwa menyandarkan ucapan kepada orang yang tidak mengucapkannya baik itu orang kafir atau ahlu bid’ah atau orang yang keliru, secara teks, adalah dusta atas namanya, padahal tidaklah halal berdusta atas nama seseorangpun.” Selesai.

Tidak ada yang ma’sum kecuali Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam

Sepeninggal Rasulullah tidak ada seorangpun yang ma’sum (terbebas dari kesalahan). Begitu pula orang alim ; dia pun tidak akan lepas dari kesalahan. Seseorang yang terjatuh dalam kesalahan, janganlah kesalahannya itu digunakan untuk menjatuhkan dirinya. Dan tidak boleh kesalahannya itu menjadi sarana untuk membuka kejelekannya yang lain dan melakukan tahdzir terhadapnya. Seharusnya kesalahannya yang sedikit itu dima’afkan dengan banyaknya kebenaran yang dia miliki.

Apabila ada ulama yang telah meninggal ternyata salah pendapatnya, maka hendaknya kita tetap memanfaatkan ilmunya, tetapi jangan mengikuti pendapatnya yang salah, dan tetap mendo’akan serta mengharap kepada Allah agar mencurahkan rahmat kepadanya. Adapun bila orang yang pendapatnya salah itu masih hidup, apakah dia seorang ulama atau sekedar penuntut ilmu, maka kita ingatkan kesalahannya itu dengan lembut dengan harapan dia bisa mengetahui kesalahannya sehingga dia kembali kepada kebenaran.

Ulama yang telah wafat yang memiliki kesalahan dalam maslah akidah adalah Al-Baihaqi, An-Nawawi dan Ibnu Hajar Al-Asqalani. Meskipun demikian, ulama dan para penuntut ilmu tetap memanfaatkan ilmunya. Bahkan, karya-karyanya menjadi rujukan penting bagi orang-orang yang bergelut dalam bidang ilmu-ilmu agama.

Tentang Al-Baihaqi, Adz-Dzahabi memberi komentar dalam kitab As-Siyar (XVIII/163 dan seterusnya), Adz-Dzahabi berkata, “Beliau adalah seorang penghafal hadits, sangat tinggi ilmunya, teguh pendirian, ahli hukum dan tuan guru umat Islam”.

Adz-Dzahabi menambahkan, “Beliau adalah orang diberkahi ilmunya, dan mempunyai karya-karya yang bermanfaat”. Ditambahkan pula, “Beliau pergi ke luar dari negerinya dalam rangka mengumpulkan hadits dan membuat karya tulis. Beliau mengarang kitab As-Sunan Al-Kubra dalam sepuluh jilid. Tidak ada orang yang menandingi beliau”.

Adz-Dzahabi juga menyebutkan bahwa Al-Baihaqi memiliki karya-karya tulisan lainnya yang sangat banyak. Kitabnya As-Sunan Al-Kubra telah dicetak dalam sepuluh jilid tebal. Dia menukil perkataan Al-Hafizh Abdul Ghafir bin Ismail tentang Al-Baihaqi. Katanya , “Karya-karya beliau hampir mencapai seribu juz (jilid). Suatu prestasi yang belum ada serorangpun yang menandingi. Beliau membuat metode penggabungan ilmu hadits dan fikih, penjelasan tentang sebab-sebab cacatnya sebuah hadits, serta cara menggabungkan antara hadits yang terlihat saling bertentangan”.

Imam Adz-Dzahabi juga berkata, “Karya-karya Al-Baihaqi sangat besar nilainya, sangat luas fedahnya. Amat sedikit orang yang mampu mempunyai karya tulis seperti beliau. Sudah selayaknya para ulama memperhatikan karya-karya beliau, terutama kitabnya yang berjudul As-Sunan Al-Kubra”. Adapun tentang An-Nawawi, Adz-Dzahabi mengomentarinya dalam kitab Tadzkirah Al-Huffaz (IV/259).

Sebagai penutup, mari bersama merenungkan firman Allah Ta’ala ;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Wahai orang2 yg beriman, hendaklah kamu menjadi orang2 yg selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dgn adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berbuat adillah karena ia lebih mendekati ketakwaan.” (QS. Al Maa’idah : 8).

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini