Karakteristik Istri Sholihah

0
50

Karakteristik Istri Sholihah

 

Allah Sang Pemilik hikmah yang agung dan kesempurnaan yang tiada tertandingi mengaruniakan kepada kaum lelaki dalam hal kemampuan ilmu, akal, kekuatan dan keberanian tanpa diusahakannya. Hal ini dikarenakan keutamaan yang diberikan Allah kepada kaum laki-laki atas kaum wanita. (Ibrahim bin Umar Al-Biqa’i). Sebab kedua, karena para laki-laki telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Maksudnya, kaum laki-laki lebih utama daripada wanita karena ia memberikan mahar kepadanya dan menafkahinya. (Muhammad bin Umar Ar-Razi). Allah Ta’ala berfirman,

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka (An-Nisa : 34)

Semua pembahasan tentang keluarga dibuka dengan tema qowamah suami atas istrinya sebagai pembahasan utama. Adapun pembahasan berikutnya adalah sub bahasan yang berada di bawah tema besar qowamah suami atas istrinya. Peran kepemimpinan (qowamah) yang baik pada diri seorang suami akan berdampak pada keutuhan dan kebahagiaan rumah-tangga. Sebaliknya, gagal dan jatuhnya bisa menyebabkan retaknya rumah tangga.

 

Istri yang qonitah

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ

…Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)…

Karakteristik yang paling nampak dari sosok istri shalihah adalah adalah menaati Allah dan rosul-Nya, lalu kepada suaminya ia menaati perintahnya dalam hal yang ma‘ruf, lagi ia bisa memelihara kehormatan dirinya ketika suaminya tidak berada di sampingnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Wanita sholihah yang menjadi qonitah yaitu wanita yang senantiasa taat kepada suaminya”.

Rasulullah n bersabda,“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri salihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan menaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417)

Pesan Nabi n ini sangat mewakili peran dan dukungan seorang istri dalam menciptakan harmoni kehidupan rumah tangga. Selama perintah suami tidak mengandung kemaksiatan, maka jawaban istri, ‘saya patuhi dan saya taati.’ Bukannya, ‘saya koreksi dan revisi.’ Jika para istri sudah menjaga hak-hak para suami, maka para suami tidak boleh bersikap buruk dalam mempergauli mereka.

 

Menolong dalam perkara akhirat

Secara bahasa shalihah berarti akhlak yang baik. Akhlaq yang baik hendaknya menjadi potret kesejatian pribadi muslimah. Diantara sifat istri shalihah yang mulia adalah bisa menolong agama suaminya dan membantu menjaga keimanannya, sebagaimana sabda Rasulullah n, “Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.” (HR. Ibnu Majah)

Dari seorang istri shalihah yang baik agamanya, seorang suami bisa mengambil manfaat dari akhlaknya, berkahnya, baiknya jalannya dan aman dari mendapatkan kerusakan darinya.

 

Mensyukuri pemberian suami

Istri shalihah pandai mensyukuri pemberian suami serta tidak mudah melupakan kebaikannya. Tidak sebagaimana yang diperingatkan Rasulullah n, “Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita.” Ada yang bertanya, “Apakah mereka kufur kepada Allah l?”

Beliau menjawab,“Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata, ‘Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali’.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)

 

Bila dipandang menyenangkan dan bersegera memenuhi ajakan suami

Diantara kebaikan istri shalihah adalah selalu berusaha tampil menawan di hadapan suami. Jangan sampai pandangan liar sang suami tergoda kepada yang haram di luaran, sementara yang halal di rumah tampil seadanya bahkan amburadul. Tugas para suami menyiapkan budget perawatan untuk istrinya. Tetapi istri juga harus menyadari, bahwa ia berhias tak lain untuk menyenangkan suaminya (yang berpahala). Bukan untuk menggoda atau membuat tergoda selainnya. Termasuk bersegera memenuhi ajakan suami. Rasulullah n bersabda, “Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk memenuhi kebutuhannya maka hendaklah istri mendatanginya walupun istri sedang berada di dapur” (HR. Tirmidzi).

 

Ratu di istana rumahtangga

Istri shalihah menjadi ratu di istana rumah-tangganya. Karenanya ia berusaha menjadikan kerajaan suaminya tempat yang nyaman, dimana batu-bata istananya adalah cinta dan kasih sayang yang tersusun dari peristiwa harian. Rumah yang betul-betul bisa menjadi maskan, tempat untuk kembali mendapatkan sakinah, bukan sekadar tempat singgah. Istri merawat dan menjaganya, bahkan mengembangkannya. Hal ini berkait erat dengan nilai etika lain yang diajarkan Islam. Salah satunya, istri tidak boleh keluar rumah tanpa izin suaminya, apalagi membolehkan lelaki lain masuk ke dalam rumahnya ketika suami tidak ada.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab : 33).

Rasulullah n juga bersabda, “Sesungguhnya seorang wanita akan menjadi lebih dekat kepada Allah ketika dia berada di dalam rumahnya.” (HR. Thabrani).

Ibnu Taimiyah pun berkata, “Tidak halal bagi seorang istri keluar dari rumah kecuali dengan izin suaminya. Bila istri keluar rumah tanpa izinnya, berarti dia telah berbuat nusyuz (membangkang), bermaksiat kepada Allah Ta’ala dan rasul-Nya.”

Imam Fahrurrozi dalam kitab “Mafaatihul ghoib” menjelaskan makna hafidzotun lil ghoib adalah hendaknya istri menjaga dirinya (dari zina), menjaga harta suami, menjaga rumah suami dari perkara yang menyelisihi syariat Allah serta menjaga benih suami di dalam rahimnya dan tidak menggugurkannya. Termasuk menjaga kehormatan suami adalah tidak membeberkan aib suami pada orang lain. Sebab hal ini secara tidak langsung menunjukkan kelemahan istri yang tidak bisa menjaga rahasia keluarga.

 

Masuk surga dengan ridha suami

Diriwayatkan dari Anas bin Malik a dari Nabi n beliau bersabda, “Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di surga?” Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi n menjawab, “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Thabarani)

Ridha suami merupakan ridha Allah. Rasulullah n bersabda, “Wanita mana saja yang meninggal dunia lantas suaminya ridha padanya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Tirmidzi)

Abu Darda’ berkata kepada istrinya,“Jika kamu sedang marah, maka aku akan membuatmu jadi ridha dan Apabila aku sedang marah, maka buatlah aku ridha. Dan jika tidak maka kita tidak akan menyatu.

Kemudian Ibrahim berkata kepada Baqiyah “Wahai saudaraku, begitulah seharusnya orang-orang yang saling bersaudara itu dalam melakukan persaudaraannya, kalau tidak begitu, maka mereka akan segera berpisah”.

Demikian diantara karakteristik istri sholihah. Mudah-mudahan Allah Ta’ala memberikan taufik kepada kita semuanya. Aamiin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini